Anda dilahirkan untuk menjadi pemimpin. Tinggal soal bagaimana anda dapat memposisikan diri dengan tepat pada keadaan-keadaan tertentu. Masalahnya, hal seperti ini membutuhkan kebiasaan-kebiasaan yang perlu dilatih. Ada sejumlah aturan tidak tertulis jika kita bicara soal bagaimana melatih kebiasaan kita sebagai pemimpin yang baik. Nah, berikut kami tulis 5 di antaranya:

1. Selalu menepati janji.

Jangan pernah membuat janji yang Anda sendiri tidak yakin dapat ditepati. Sebab tidak ada yang sanggup membunuh sebuah kredibilitas dengan cepat dibandingkan janji yang dilanggar atau harapan yang tidak terpenuhi. Kadang-kadang menepati sebuah janji memang menantang. Namun, jika anda dapat terus melatih komitmen anda, maka disiplin dan integritas anda akan ikut berkembang.

2. Berpakaian untuk mempengaruhi.

Jangan berpakaian untuk mengesankan, namun berpakaianlah untuk mempengaruhi. Artinya penampilan sehari-hari anda harus konsisten dengan citra personal maupun profesional anda.

3. Perlakukan tim sebagaimana Anda inginkan mereka memperlakukan pelanggan.

Menjadi pemimpin bukan berarti sebuah free pass agar anda dapat berlaku seenaknya. Cara Anda memperlakukan tim anda akan jadi barometer bagi pelayanan mereka. Maka jika anda ingin tim Anda sopan kepada pelanggan, dukung tim anda dengan penuh kesopanan.

4. Tampilkan komitmen untuk tumbuh.

Ketika Anda dan tim Anda bisa tumbuh dengan baik, begitu pula dengan tingkat pelayanan, efisiensi operasional dan segala sesuatu yang lainnya. Contohnya seperti yang diterapkan pada Suncoast Coffee Service & Vending. Sang founder senantiasa menyuplai karyawannya dengan buku-buku yang dapat memberi nilai tambah pada kehidupan pribadi dan profesional mereka. Karyawannya diberi $50 untuk setiap buku yang selesai dibacanya. Di akhir bulan, karyawan bertemu untuk membahas buku-buku motivasi. Inilah yang disebut komitmen untuk berkembang.

5. Haus Feedback.

Beberapa orang yang antipati terhadap feedback / umpan balik, menganggap setiap umpan balik yang mereka terima sebagai kritik, akan melewatkan kesempatan untuk belajar dari umpan balik tersebut. Padahal umpan balik tidak selalu datang setiap saat. Maka, daripada menunggu karyawan anda, anda dapat berinisiatif untuk memulai percakapan dengan pertanyaan, “Menurutmu, apa yang bisa kulakukan untuk menjadi pemimpin yang lebih baik?”

Jadi, Manakah tindakan yang sudah anda lakukan?

“Pemimpin” adalah mereka yang senantiasa punya inisiatif untuk menantang diri mereka agar menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Sedangkan “memimpin” berkaitan erat dengan apa yang Anda perbuat, bukan apa yang anda ketahui. Maka jika anda ingin memimpin dengan baik, gunakan pengetahuan yang telah anda dapatkan dari menantang diri anda ke dalam tindakan yang nyata.

Leave a Reply





Loading Facebook Comments ...