Kenapa harus membuat pembukuan? Apabila sebuah bisnis ingin sustain / bertahan lama, maka pembukuan merupakan salah satu elemen yang tidak boleh diabaikan. Sepintas pembukuan mungkin kelihatan rumit. Namun bila kita tahu langkah-langkah yang benar, maka membuat pembukuan hingga jadi sebuah laporan keuangan sebenarnya sangat gampang sekali. Nah, kali ini saya akan memberikan sedikit teorinya, semoga bermanfaat.

Kumpulkan  dan Analisa Data Transaksi

Proses pembukuan dimulai dari proses pengumpulan data transaksi keuangan dalam bentuk bukti transaksi pembayaran. Bukti transaksi pembayaran dapat berbentuk kwitansi, akte, surat perjanjian, wesel, dll. Dari bukti yang didapat, kemudian dilakukan identifikasi dan analisa transaksi untuk menentukan kevalidan nilai dan status transaksi tersebut.

Membuat Jurnal Transaksi

Setelah bukti transaksi dianalisa, proses selanjutnya adalah memasukkan nilai yang diakui ke dalam jurnal catatan transaksi. Proses menulis jurnal ini dapat dilakukan setiap ada transaksi baru atau dilakukan sekaligus setelah transaksi selama 1 hari terkumpul. Namun lebih disarankan untuk menulis jurnal setiap ada transaksi. Hal ini untuk menghindari terjadinya “miss posting”.

Di dalam jurnal transaksi sendiri, minimal harus ada beberapa kolom informasi sbb:

1. Tanggal
2. Nomor bukti
3. Akun transaksi
4. Keterangan
5. Debet
6. Kredit
7. Saldo

Memindahkan Jurnal  Transaksi ke Buku Besar

Pada proses penulisan jurnal, tidak ada pengelompokan jenis transaksi. Melainkan semua transaksi yang terjadi dicatat sekaligus dalam 1 jurnal. Apakah itu transaksi kas, piutang, hutang, atau pembayaran. Pada langkah berikutnyalah, catatan transaksi tersebut baru dipindahkan ke dalam kelompok akun sesuai dengan jenis transaksinya. Nah, kelompok-kelompok akun inilah yang disebut “Buku Besar (General Ledger)”. Di dalam buku besar, satu jenis transaksi berkumpul menjadi satu kelompok. Misalnya: akun kas terdiri dari transaksi – transaksi yang berupa kas saja, akun aset tetap terdiri dari transaksi-transaksi yang berupa aset tetap saja. Di dalam buku besar inilah, kita dapat melihat transaksi dengan lebih terstruktur.

Membuat Neraca Percobaan

Membuat neraca percobaan biasanya dilakukan setiap menjelang penutupan buku. Proses membuat neraca percobaan (trial balance) dimaksudkan untuk memastikan bahwa nilai jenis akun bersaldo debit sama dengan jenis akun bersaldo kredit (seimbang). Atau secara keseluruhan, jumlah nilai transaksi debit sama dengan transaksi kredit.

Dapat dikatakan saldo-saldo akhir akun bersaldo debit dijumlahkan, dan saldo-saldo akun bersaldo kredit juga dijumlahkan, lalu dibandingkan. Jika nilainya sama berarti balance (sudah benar).

Bagaimana jika tidak seimbang? ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan neraca tidak seimbang antara lain:

1. Ada transaksi yang belum dicatat
2. Ada transaksi yang salah perhitungan atau salah catat

Membuat Laporan Keuangan

Setelah kesimbangan tercapai, baru kemudian ‘Laporan Keuangan’ bisa disusun. Laporan keuangan adalah salah satu produk utama proses akuntansi. Terdiri dari empat jenis laporan, yaitu:

Laporan Laba Rugi berisi laporan laba atau rugi bersih perusahaan dalam suatu periode.
Neraca berisi laporan posisi keuangan perusahaan pada pos-pos aset, modal, dan kewajiban
Laporan Arus Kas berisi laporan informasi aliran keluar masuk kas dalam suatu periode
Laporan Perubahan Ekuitas/Modal berisi laporan yang menunjukkan perubahan modal pemilik dalam suatu periode.

Pembukuan toko online cenderung lebih rumit. Tetapi sejumlah penyedia toko online seperti JagoanStore.com telah dilengkapi fitur reporting yang memungkinkan pencatatan transaksi dilakukan secara otomatis baik harian maupun bulanan. Hal ini tentunya akan memudahkan Anda dalam melakukan rekap transaksi.

p5rn7vb
26 replies to this post
  1. Mbak Novi,

    Salam knal ya…

    Saya pernah membuat rekapan sendiri untuk keuangan sendiri, tapi kadang bisa ada yang loss, atau hilang dan itu tidak diketahui apa penyebabnya, menurut mbak novi apa ya? mohon penjelasannya ya Mbak.

    Terima kasih.. :D

    • Salam kenal.

      Untuk loss saat pencatatan, kemungkinan ada perbedaan nominal pada nota dengan nominal yang Anda catat pada jurnal. Sehingga terjadi selisih di akhirnya. Saran saya, dalam mencatat transaksi dilakukan setiap ada transaksi dan tidak menunggu nota terkumpul pada akhir bulan misalnya. Hal ini akan meminimalisasi kekeliruan tersebut. Selain itu, Anda juga perlu menggunakan penjurnalan double entry, dimana transaksi dicatat dalam kolom kredit dan debit sehingga terjadi keseimbangan. Misalnya Anda membeli buku seharga Rp 10.000. Maka pencatatannya adalah : (debet) buku : 10.000 | (kredit) kas : 10.000

      Terima kasih. :)

  2. ass…. mbak novi.. saya baru belajar akuntansi, saya mau tanya, saya menerima kuitansi dari pelanggan. apa saya juga harus membuat bukti kas masuk untuk diposkan ke buku pemasukkan kas atau langsung dari kuitansi tersebut, jika langsung mencatatnya di buku pemasukan kas atau di jurnal umum… dan jika saya mengeluarkan kuitansi apakah juga harus membuat bukti pengeluaran kas atau langsung dicatat dari no kuitansi tersebut? mohon penjelasannya mbak dan mohon dibalas ke alamat email saya juga

    • Wa’alaykumsalam Bapak Sugiono..
      Terima kasih atas pertanyaannya.
      Menurut pemahaman saya, jika menerima kwitansi dari pelanggan, tidak perlu membuat bukti pemasukan kas karena kwitansi itu sendiri sudah termasuk bukti bahwa ada pembayaran (kas masuk) dari pelanggan sejumlah yang tertera di kwitansi. Begitu juga jika ada kas yang keluar untuk membayar nota tagihan. Jadi transaksi tersebut bisa langsung dipostingkan ke jurnal umum dan dikelompokkan per akun pada buku besar di akhir periode.

      Semoga bermanfaat. :)

  3. Mbak Novi, dalam usaha pribadi, saya membuat pembukuan sendiri secara sederhana (debet/kredit). saya mau tanya pencatatan untuk PENGELUARAN itu di kolom debet atau kredit sih?? (dan sebaliknya)…kemudian di awal usaha itu saya memperoleh pinjaman dari teman, itu cara mencatatnya gimana ya?

    • Terima kasih atas pertanyaannya.

      Yang saya pahami, pada saat ada pengeluaran, itu pasti ada sesuatu yang kita terima. Sehingga pada dasarnya uang itu tidak keluar, namun hanya berubah bentuk sebagai manfaat yang kita peroleh. Sehingga dalam pencatatan harus seimbang antara kredit dan debet. Misal ada pengeluaran untuk pembelian stok barang jurnalnya sebagai berikut :

      (Debit)Persediaan barang 100.000
      (Kredit)Kas 100.000

      Diatas dapat dilihat bahwa benar kas kita berkurang 100.000, namun di sisi lain persediaan barang kita bertambah senilai 100.000. Itu adalah contoh kegiatan menjurnal. InsyaAllah lebih detail mengenai penjurnalan akan saya bahas pada artikel selanjutnya.

      Semoga bermanfaat. :)

    • Terima kasih atas pertanyaanya.
      Jika usaha sudah berjalan, untuk memulai pembukuan terlebih dahulu ditentukan Neraca Saldo Awal. Neraca saldo adalah daftar yang berisi saldo-saldo dari seluruh akun yang ada di dalam buku besar. Penyusunan neraca saldo awal ini dimaksudkan untuk mengetahui posisi awal keuangan perusahaan, supaya dengan terwujudnya laporan keuangan, akan diketahui perkembangan (naik atau turun) posisi keuangan perusahaan.

  4. Mb.., kalo toko online, itu .., untuk ongkos kirim dari pembeli, itu masuknya akun apa??.di jurnal, bagaimana ??
    KAS
    Biaya Kirim atau biaya dimuka?
    Pendapatan..?? posisi debet kredit yg mana.

    Nanti, akun2 transaksi ongkos kirim pembeli online, jika memang biaya dibayar dimuka, berarti masuknya di akun neraca ya? bukan di laporan rugi laba. Saya ingin sekali membuat pembukan sderhana untuk toko online. tapi msih bingung menempatkan akun ini.

    terimakasih.

  5. 1 lagi mb, kalo AJP (ayat jurna penyesuaian), itu tidak BAKU ya.., artinya jika ada hal2 yang tidak balance itu, apakah smua jdi masuk AJP ??, saya suka bingung nih dgn AJP ini.., biasanya AJP di perusahaan dagang, khususnya toko online,menyangkut apa aj ya.
    terimakasih

  6. 1 lagi … ,hehe..

    6. PD. Maju Jaya memiliki data akun sebagai berikut:
    Penjualan: Rp 56.200.000,-
    Biaya angkut penjualan: Rp 130.000,-
    Potongan penjualan: Rp 150.000,-
    Retur pembelian: Rp 200.000,-
    Persediaan akhir: Rp 21.200.000,-
    Pembelian: Rp 20.000.000,-
    Biaya angkut pembelian: Rp 100.000,-
    Retur penjualan: Rp 200.000,-
    Potongan pembelian: Rp 200.000,-
    Persediaa awal: Rp 50.000.000,-

    Dari data – data diatas, maka besaenya HPP (Harga Pokok Penjualan) adalah:

    A. Rp 52.400.000,-
    B. Rp 45.000.000,-
    C. Rp 51.300.000,-
    D. Rp 46.700.000,-
    E. Rp 48.500.000,-

    ini gmna menghitungnya??..

  7. bu, soal terakhir, itu saya cari informasi lwat browsing,.. , dan itu bukan kasus toko online, sepertinya biaya angkut penjualan dan pembelian mjdi beban pribadi toko offline , mohon rincian jwaban.., mg mnfaat buat pembelajaran kita semua ya bu. Terimakasih sebelumnya

  8. saya usaha di dalam bidang limbah daur ulang gimana cara memasuk dikarnakan kita beli barang campur diplah jual ya beda beda

  9. Tanya mbak.. Saya bener2 buta soal pembukuan Dan sekarang saya sdg memulai usaha baru produksi kue kering. Saya ingin usaha kecil ini ada catatan keuangannya. Bersandar semata2 dari pelajaran Ekonomi & Koperasi jaman SMP dulu, pembukuan itu cuma tau 3 model, kalo gak salah stafel , skontro dan tabelaris (mohon di koreksi kalo keliru).

    Giliran browsing Di internet, model pembukuan koq ruwet?? Pertanyaan sy, Apakah tidak bisa dgn salah satu dari 3 model yg saya tahu itu aja?

    Seingat saya, yg paling sederhana isinya cuma No, Tanggal, Uraian, Debet, Kredit dan Saldo dibagian bawah.
    Nilai pengeluaran dicatat pada kolom kredit Dan nilai pemasukan dicatat pada kolom debet.
    Sekali lagi mohon maaf dan tlg dikoreksi kalo keliru, karena saya tidak mau juga pembukuan itu nantinya hanya saya yg memahami maksudnya kan?

    Mohon segera ditanggapi.. terimakasih..

    • Terima kasih atas tanggapannya.

      Pernyataan anda tentang 3 model pembukuan itu benar. Yang perlu dipahami kembali adalah bahwasanya pembukuan terdiri dari beberapa tahap sampai bisa menghasilkan laporan keuangan (neraca, lap. laba rugi, lap. arus kas). Mungkin yang Anda lakukan saat ini masih dalam tahap pencatatan saja (keluar masuk kas) sehingga belum dapat menghasilkan laporan keuangan standar. Untuk perusahaan dengan jumlah transaksi kecil, model pencatatan tersebut mungkin cukup. Namun jika perusahaan terus berkembang, pasti dibutuhkan laporan keuangan standar untuk memproyeksikan kondisi keuangan perusahaan secara global.

      Untuk pengetahuan awal, Anda dapat membaca rangkaian artikel saya mengenai siklus akuntansi sampai menghasilkan laporan keuangan standar. http://mediabisnisonline.com/tahapan-pertama-siklus-akuntasi-analisa-bukti-transaksi/

      Semoga bermanfaat. :)

  10. Salam kenal mbak novi..
    sy pengen belajar pembukuan keuangan usaha nih mbak..
    kalau dibolehkan boleh bagi CP nya mbak atau emailnya..
    makasih :)

  11. Salam kenal mbak Novi…
    Saya baru belajar akuntasi, saya ingin menanyakan bagaimana sistem pencatatan akuntansi yang baik apakah accrual atau cash basis karena masing-masing mempunyai kelemahan tersendiri, terima kasih:)

  12. asalamualaikum mbak novi”saya mau nanya bagaimana untuk memulai pembukuan baru” saya sering terjadi hal-hal yang gak terduga antaranya pengeluaran uang tapi tidak ada bukti kas keluar seperti kunsumsi,bensin,tip,persen terima kasih mbak novi sebelumnya

  13. Selamat pagi Ibu
    Saya ingin sekali memiliki bisnis.Saya tertarik terhadap bisnis pakaian
    Seperti celana jeans,kemeja,kaos.Modal awal untuk bisnis pakaian jadi ini Rp 14.410.000
    Maaf Bu,saya mau tanya tentang pembukuannya bagaimana ya bu
    Terimakasih Banyak Bu atas perhatiaannya

  14. Assalamualaikum Mbak Novy.. Saya Andina, mahasiswa yang menyambi berdagang Tas online, namun dengan modal kecil Rp. 50.000,- , hampir tiap hari ada pemasukan 3pc dengan pemasukan kurang lebih Rp. 150.000,- dengan uang ini pula yang menggunakan berbelanja kebutuhan saya setiap hari, nah.. yang menjadi kebingungan saya, gimana cara membuat pembukuannya yaa? karna selalu ada kebingungan ketika di akhir bulan, soalnya uang sudah ga ada… hehehe
    makasih atas waktu dan jawabannya…

  15. aslm. Mbak novi
    saya sundari mau tanya ttg. pembukuan yg mudah dipahami karena basic saya teknik, tapi saya di tugaskan oleh perusahaan u/ membukukan setiap ada transaksi, saya sudah buat arus kasnya, tetapi u/ membuat lap. labaruginta saya blm paham keran saya blm mengelompokan transaksinya ( Kode Akun), mohon petunjuknya, terimakas dan wassalam

  16. Assalamualaikum Bak.. saya mohon bantuannya, saya baru mulai usaha ini bak. tapi saya bingungu gamana caranya menghitung penghasilannya, saya tidak pengalaman untuk membuat pembukuannya karna saya memang pemula. trims.

  17. mbak, seandainya ada sisa kas kecil pd saat kita mau menyusun laporan keuangan… sisa kas kecil ini, apa dicatat sbgai penerimaan kas atau gmn, Ya? trima kasih…

  18. mbak, bagaimana pd saat kt mau mnyusun laporan keuangan klo ada sisa kas kecil, sisa kas kecil ini pencatatannya,gmn? terima kasih?

Leave a Reply





Loading Facebook Comments ...
X

Gratis Ebook

Silahkan isi data berikut untuk mendownload :

Link Download akan dikirim melalui email

Cek Folder Inbox atau Spam email anda untuk mendapatkan link download dari kami.
Terima Kasih

GRATIS!! TIPS BISNIS ONLINE
Loading...
Loading...