Tahapan pada CISCO OER/PFR adalah profile, measure, apply policy, control, dan verify

Sebelum masuk di pembahasan tahapan pada CISCO OER, mari kita review dulu sepintas mengenai OER yang sebelumnya pernah kita bahas di sini: Mengenal CISCO Optimized Edge Routing. Seperti pada animasi di bawah, CISCO OER digunakan untuk mengoptimasi routing. Hal ini sangatlah berguna bagi aplikasi yang sensitif sekali terhadap jitter, loss, dan delay seperti VOIP. Dengan  routing biasa, gangguan terhadap network masih sering ditemui. Gangguan inilah yang nantinya akan dieliminasi dengan implementasi OER. Sehingga diharapkan, performa jaringan akan tetap dalam kondisi optimal.

www.cisco.com/go/oer

Nah, sekarang tahapan-tahapan apa saja yang terjadi di dalam OER? mari kita lihat dalam diagram lingkaran fase OER berikut:

  • Profile
    Pada tahap ini, OER memilah-milah route dari RIB berdasarkan flow traffic yang ada, dengan memilih misalnya delay yang paling kecil, ataupun throughput yang paling besar. Selain itu, dapat dibuat kelas-kelas untuk trafik sesuai kebutuhan.
  • Measure
    Setelah profile-profile kelas traffic terbentuk, maka mulai dihitung/diukur secara aktif/pasif performansinya. Jika monitoring secara aktif digunakan, maka sistem membuat traffic tes “synthetic” untuk melakukan emulasi pengetesan performansi jaringan. Sedangkan jika mode yang digunakan adalah pasif, maka sistem akan mencatat dan mengukur berdasarkan traffic balik yang melewati perangkat tersebut. Karenanya, terkait keterbatasan hardware dan software, ada beberapa tipe traffic yang tidak dapat diukur. Kombinasi dari mode aktif dan pasif dapat digunakan untuk mencapai hasil terbaik.
  • Apply Policy
    Setelah dilakukan pengukuran pada traffic yang ingin dioptimasi, maka diterapkan pada jaringan, dengan mengenal ambang batas dan ambang bawah. Bagaimana jika ternyata ada diluar ambang batas, maka dikenal istilah Out-Of-Policy (OOP) event.
  • Control
    Setelah diaplikasikan, maka performansinya akan dikontrol. Dalam mengontrol ini, tergantung kepada kelas dari traffic, jika pembagian kelas traffic hanya berdasarkan prefix, maka digunakan manipulasi routing, sedangkan jika pembagian kelas berdasarkan aplikasi, maka PBR(Policy Based Routing) digunakan.
  • Verify
    Pada tahap ini, dilakukan verifikasi ulang, jika traffic yang lewat adalah OOP, maka OER akan mengoptimalkan traffic OOP tersebut dengan menggunakan static route maupun BGP. Setelah itu dilakukan pengecekan ulang, jika masih OOP, maka kontrol terhadap OOP tersebut akan didrop, dan tahapan berikutnya akan kembali ke tahap profile kembali.

Itulah tahapan-tahapan yang terjadi dalam CISCO Performance Routing. Berikutnya akan dilanjutkan dengan bagian-bagian dari OER seperti MC (Master Controller), BR (Border Router), dll pada artikel selanjutnya. Jadi, stay tune :-)

Leave a Reply





Loading Facebook Comments ...