Website yang mampu bekerja dengan database disebut juga web dinamis. Contohnya adalah website berbasis Joomla, WordPress, dan sebagainya. Cara untuk menjadikan website jenis ini dapat online agaknya cukup ’spesial’ karena selain upload file website, Anda juga harus upload databasenya. Nah, berikut 3 langkah ’spesial’ tersebut:

Upload file website ke server hosting via File Manager

Ada banyak cara mengupload data ke server hosting. Misalnya mendownload Filezilla, CuteFTP, dan sebagainya. Tetapi ada cara yang lebih mudah dan tidak mengharuskan Anda untuk mendownload software uploader. Yaitu melalui menu File Manager yang terdapat pada cPanel. Caranya:

1. Kompres seluruh file website Anda dalam satu file .ZIP. Tips: jangan menggunakan .RAR jika Anda menggunakan cpanel karena akan gagal waktu diekstrak nantinya.

2. Login ke cpanel Anda di http://domainanda.com/cpanel


3. Masuk ke menu File Manager.


4. Silakan masuk ke direktori public_html.


5. Klik menu Upload, lalu Browse pada file ZIP website Anda.


6. Setelah proses upload selesai, select file ZIP tersebut, lalu klik menu Extract. Pastikan hasilnya tepat di bawah direktori public_html. Jika masih terdapat di dalam folder lain, pindahkan ke public_html menggunakan Move File.


7. Periksa file dan direktori Anda, apakah sudah lengkap terupload semuanya.

Upload database ke server hosting melalui phpMyAdmin dan MySQL

1. Dump database di PC local Anda sehingga menghasilkan file berbasis SQL.

2. Login ke cpanel Anda di http://domainanda/cpanel

3. Masuk ke menu MySQL.


4. Create database baru. Nama database boleh diisi terserah.


5. Create user mysql baru dengan memasukkan username dan password.


6. Koneksikan antara database dan user melalui Add User To Database.


7. Tick pada checkbock All Priviledge lalu klik Make Change.


8. Jangan lupa untuk mencatat nama database, username dan password anda.

9. Sekarang keluar dari menu MySQL, lalu masuk ke menu phpMyAdmin.


10. Pilih database yang telah Anda buat pada menu MySQL. Lalu klik tab Import. Unggah file database .SQL yang telah kita dump pada langkah 1.


Menghubungkan file website dengan database

Agar website dinamis dapat membaca dan menulis pada database, kita harus menghubungkan antara file website dengan database yang telah diupload. Caranya:

1. Melalui home cPanel, masuklah ke menu File Manager.

2. Cari file php yang dipakai untuk melakukan koneksi. Nama filenya bisa berbeda-beda. Contohnya wp-config.php untuk WordPress, configuration.php untuk Joomla, dan sebagainya. Tetapi file ini memiliki ciri umum, yaitu di dalamnya minimal terdapat isian:
$username=”root”;
$password=”r-a-h-a-s-i-a”;
$databasename=”databaseku”;

3. Edit file tersebut. Sesuaikan username, password, dan database name dengan yang Anda buat pada menu MySQL.
$username=”usercpanel_user”;
$password=”inipasswordsaya”;
$databasename=”usercpanel_latihan”;

4. Beberapa website builder lainnya mungkin memerlukan settingan lain. Coba googling untuk menemukan setting konfigurasi koneksi yang pas untuk sistem website builder yang Anda pergunakan.

5. Jika sudah, klik Save. Selamat, sekarang setting sudah selesai.

6. Jika semua langkah di atas terpenuhi, seharusnya website Anda kini tampil sebagaimana di localhost Anda. Jika tidak, kemungkinan ada file yang gagal upload, atau beberapa penyebab lainnya. Mari konsultasikan lebih lanjut dengan CS penyedia hosting anda ;-)

8 replies to this post
    • cpanel tersimpan di dalam server hosting. jadi untuk menggunakan cPanel, selain ada domain, harus ada server hostingnya juga :-)

    • Halo Indra, cara2 uploadnya seharusnya sama.
      atau, silakan langsung menghubungi rekan2 CS di indoreg agar dapat dibantu upload langsung ;-)
      mengingat mereka lebih familiar dengan sistem masing2. terimakasih telah mampir

Leave a Reply





Loading Facebook Comments ...